Tujuan :
1)
Untuk
mengetahui proses pembuatan yoghurt yang baik dan benar, sehingga menghasilkan
yoghurt yang berkualitas baik.
3.
Landasan Teori :
Bioteknologi berasal dari bahasa latin, yaitu bio yang berarti hidup, tehnos yang berarti teknologi dan logos yang berarti ilmu. Yang berarti ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip biologi yang dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
Bioteknologi berasal dari bahasa latin, yaitu bio yang berarti hidup, tehnos yang berarti teknologi dan logos yang berarti ilmu. Yang berarti ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip biologi yang dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
Yoghurt adalah hasil dari bioteknologi yang berbahan air susu yang di
fermentasi. Fermentasi dari laktosa
menghasilkan asam laktat yang bekerja pada protein susu sehingga membuat
yoghurt lebih padat serta memiliki tekstur dan aroma yang khas. Istilah yoghurt
itu sendiri berasal dari bahasa Turki, yang berarti susu asam. Yoghurt
didefinisikan sebagai bahan makanan yang berasal
dari susu dengan bentuk menyerupai bubur atau es krim, yang rasanya asam. Beberapa dikeunggulan yoghurt adalah kaya
protein, memiliki kandungan kalsium, riboflavin, vitamin B6dan vitamin B12.
Yoghurt dibuat melalui proses fermentasi menggunakan campuran bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri-bakteri ini menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan yoghurt berasa asam. Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh yang telah lanjut usia atau yang alergi terhadap susu.
Yoghurt dibuat melalui proses fermentasi menggunakan campuran bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri-bakteri ini menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan yoghurt berasa asam. Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh yang telah lanjut usia atau yang alergi terhadap susu.
L. Bulgaricus adalah bakteri grampositif berbentuk batang dan tidak
membentuk endospora. Dalam susu, L. Bulgaricus akan mengubah laktosa menjadi
asam laktat. Bakteri ini bersifat termodurik dan homofermentatif,dengan
suhu optimum untuk pertumbuhannya sekitar 450
C. Kondisi optimum untuk pertumbuhannya adalah sedikit asam atau
sekitar pH 5,5. S. thermophilus adalah bakteri grampositif
berbentuk bulat, sering pertumbuhannya berbentuk
rantai. Bakteri ini dapat diklasifikasikan sebagai bakteri
homofermentatif dan termodurik dengan pH optimum untuk pertumbuhannya sekitar
6,5.
Proses dasar pembuatan yogurt terbagi menjadi beberapa langkah, meliputi
pemanasan awal susu (pasteurisasi), inokulasi, fermentasi dan refrigerasi.
Setiap tahapan mempengaruhi karakteristik produk akhir yogurt. Adapun
penjelasannya sebagai berikut :
1) Pemanasan awal (pasteurisasi)
Pasteurisasi dilakukan pada suhu 70-80°C selama 30 menit. Tujuan pasteurisasi
adalah untuk membunuh mikroba kontaminan baik patogen maupun pembusuk yang
terdapat dalam bahan baku sehingga dapat memberikan lingkungan yang steril dan
kondusif untuk pertumbuhan kultur starter. Selain itu juga untuk denaturasi dan
koagulasi protein whey sehingga dapat meningkatkan viskositas dan tekstur
yoghurt.
2) Inokulasi
Setelah proses pemanasan, dilakukan proses pendinginan susu tersebut mencapai
suhu inkubasi, yaitu 40-490C dan kemudian dilakukan penambahan
starter yogurt (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus).
Penambahan starter yogurt ini dilakukan dalam berbagai tingkatan persentase
2-5%. Tingkat penambahn starter berpengaruh terhadap aktivitas bakteri dan
produksi asam.
3) Fermentasi
Setelah proses inkulasi, dilakukan proses inkubasi. Suhu harus diatur pada
kisaran suhu kamar, yang merupakan kondisi optimum dalam proses fermentasi. Pada
umumnya setelah penyimpanan selama 24 jam, maka akan terjadi koagulasi
(penggumpalan).
4) Refrigerasi
Produk yogurt yang dihasilkan segera disimpan dalam refrigerator yang bersuhu
4-50C, karena apabila dibiarkan terlalu lama pada suhu inkubasi maka
produksi asam akan semakin meningkat dan terbentuk rasa pahit. Yogurt dapat
tahan disimpan selama 1 minggu.
Sejumlah ahli mengatakan beberapa manfaat dapat dipetik dari yoghurt jika kita mulai mengkonsumsinya secara teratur:
Sejumlah ahli mengatakan beberapa manfaat dapat dipetik dari yoghurt jika kita mulai mengkonsumsinya secara teratur:
a.
Yoghurt dapat
menghasilkan zat-zat gizi yang diperlukan oleh hati sehingga berguna untuk
mencegah penyakit kanker,
b.
Selain itu juga
yoghurt diyakini baik untuk memperpanjang umur.
c.
Mikroba pada
yoghurt bermanfaat untuk membantu proses pencernaan di dalam tubuh, sehingga
yoghurt baik sekali di konsumsi bagi mereka yang memiliki masalah perut tidak
‘beres’,
d.
Yoghurt
memiliki gizi yang lebih tinggi dibanding susu segar. Kandungan lemaknya pun
juga lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan diet
rendah kalori,
e.
Yoghurt juga
dapat membantu proses penyembuhan lambung dan usus yang luka,
f.
Meminum yoghurt
secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah,
g.
Meningkatkan daya tahan tubuh kita
karena yoghurt mengandung banyak bakteri baik sehingga secara otomatis dapat
menyeimbangkan bakteri jahat yang terdapat dalam susu kita,
h.
Untuk merawat kulit agar terlihat sempurna, karena yoghurt mengandung asam laktat, yang merupakan komponen dalam prenting
bahan kimia untuk pergantian kulit,
i.
Yoghurt bermanfaat untuk mencegah
infeksi vagina dengan menghambat perkembangan jamur, karena yoghurt mampu
mengurangi tingkat keasaman (pH).
4.
Alat dan Bahan
1) Alat : - 1
buah panci
-
1buah gelas ukur
-
Sendok pengaduk 1 buah
-
Termometer 1 buah
- 1
buah kompor
- wadah
penyimpanan (botol kemasan)
-
Susu sapi murni
2) Bahan :
- Essence
- Bakteri Streptococcus thermophilus 25 ml/L
- Bakteri Lactobacillus bulgaricus 25 ml/L
5.
Langkah Kerja :
1) Menuangkan susu sapi murni ke dalam gelas kimia
sebanyak 1 L.
2) Memanaskan 1 L susu sapi murni di atas lampu
spirtus.
3) Mengukur suhu susu sapi tersebut hingga suhu
700 C dengan menggunakan termometer.
4) Setelah suhunya sampai 700 C, kita
mengangkat atau memindahkannya ke atas meja dan mematikan lampu spirtus.
5) Mendinginkan susu sapi murni tersebut hingga
suhunya turun menjadi 400 C.
6) Menuangkan bakteri Streptococcus thermophilus
dan Lactobacillus bulgaricus ke dalam gelas ukur hingga 50 ml. dengan
masing-masing ukuran 25 ml/bakteri.
7) Setelah suhu susu sapi murni menjadi 400 C,
kita memasukkan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus
dan mengaduknya hingga rata.
8) Setelah rata, kita memindahkan ke dalam
toples yang sudah dibersihkan dan dikeringkan
9) Lalu kita diamkan pada suhu kamar selama 24
jam.
10) Setelah 24 jam, kita mengamati warna, rasa dan
bau dari perubahan susu tersebut.

Comments
Post a Comment